Categories
Parenting

Cara Seru Belajar Huruf Bag2

Terakhir, siapkan pita dengan panjang minimal 10 cm agar prasekolah mudah mengikatnya. Tujuan: Melafalkan huruf A–D secara berurutan. Prosedur: Ajak anak menyanyikan lagu ABCD. Kemudian contohkan mengurutkan huruf A, B, C, dan D dan lafalkan bersama-sama dengan anak. Minta prasekolah membuat urutan hurufnya sendiri.

Baca juga : Beasiswa s1 jerman

Contohkan cara mengikat kartu tersebut. Panjang rantai huruf yang sudah jadi di depan pintu kamar anak. ¦ Menempel huruf. Siapkan stiker huruf dengan mencetaknya sendiri di kertas stiker berukuran 15×15 cm. Tujuan: Mengenal huruf A–D secara berurutan. Prosedur: Ajak prasekolah menyanyikan lagu ABCD. Lalu orangtua menempel stiker huruf A, bisa di lantai atau di media lainnya. Kemudian ajak anak menempelkan huruf B. Tanyakan setelah huruf B selanjutnya huruf apa. Dorong anak memilih stiker huruf C atau D. Ketika anak memilih, minta lafalkan huruf apa yang dipilih.

Jika yang dipilih salah, koreksilah dan ulangi kegiatan tersebut dari awal di media lain yang masih kosong. ¦ Mencari huruf. Siapkan kartu huruf. Kartu huruf dapat dibuat sendiri dengan kertas karton ukuran A5 dan spidol. Satu kartu mewakili satu huruf. Buatlah minimal tiga set kartu, dapat dibuat secara langsung dari A–C atau sesuai dengan tujuan kegiatan. Tujuan: Mengenal simbol huruf C. Prosedur: Di awal kegiatan, selalu lafalkan terlebih dulu huruf yang akan dikenalkan kepada anak.

Pegang kartu huruf A dan lafalkan. Minta anak untuk ikut melafalkan. Lakukan hal yang sama dengan huruf B dan C. Kemudian sebar kartu huruf A, B, dan C dengan jumlah masing-masing tiga lembar. Minta anak untuk mencari huruf C, misalnya. ¦ Jejak huruf. Siapkan jejak huruf dengan mencetak kaki anak di atas karton. Satu karton/kartu mewakili satu huruf. Buatlah minimal 10 jejak kartu huruf yang akan dikenalkan (huruf B, misal) dan tiga jejak huruf pengecoh (huruf A). Tempelkan jejak huruf sesuai dengan jarak langkah anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Kondisi Sehat Dan Bugar Diperlukan Mamil

Sebelum kita berolahraga, pertama-tama cari tahu tujuan- nya dahulu. Tujuan berolahraga dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu untuk mengejar prestasi, mendapatkan unsur kesenangan (fun), dan mencapai kesehatan serta kebugaran. Untuk mamil tujuannya tentulah untuk mencapai kesehatan serta kebugaran. Bila demikian, maka parameter kesehatan dan kebugaran harus muncul.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Maksudnya, dengan berolahraga, maka derajat kebugaran harus bertambah. Jadi, kalau Mama cepat merasa sesak napas saat berjalan, maka dengan berolahraga, gangguan tersebut seharusnya dapat mereda. Bila Mama pu nya keluhan tekanan darah tinggi, olahraga juga dapat menjadi sarana untuk membantu menurunkannya. Kondisi sehat dan bugar diperlukan mamil untuk menjalani proses persalinan yang lancar. Namun, sebelum berolahraga, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter obgin dan dokter spesialis olahraga. Dari pemeriksaan dapat diketahui batasan-batasan berolahraga terkait kondisi kesehatan Mama serta olahraga apa yang cocok atau tidak boleh dilakukan.

MAKSIMAL 6 KALI SEMINGGU Dalam berolahraga, kita perlu memerhatikan program latihan yang mencakup jenis, frekuensi, durasi, dan intensitasnya. Untuk jenis latihan, dalam program harus ada latihan olahraga aerobik, yaitu jenis latihan yang membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih keras untuk memasok otot dengan oksigen. Olahraga yang termasuk dalam jenis latihan ini di antaranya berjalan, berlari, dan berenang. Frekuensi olahraga yang disarankan bagi mamil di trimester 2 adalah 2?3 kali seminggu.

Setelah mulai terbiasa berolahraga dan me nunjukkan perbaikan kebugaran, frekuensi latihan dapat ditingkatkan menjadi 4?5 kali seminggu, maksimal 6 kali seminggu karena tubuh membutuhkan setidaknya satu hari untuk memulihkan kondisi. Setiap melakukan latihan, durasi yang disarankan adalah 30 menit. Sedangkan intensitas latihan dapat ditentukan dengan menambah jarak atau kecepatan latihan. Jika Mama biasa berjalan kaki 15 menit, misal, maka peningkatan intensitas latihan bisa dilakukan dengan menambah waktu menjadi 30 menit. HITUNG DENYUT JANTUNG Mengukur denyut jantung merupakan cara paling akurat untuk menentukan intensitas latihan. Kita dapat memakai rumus denyut jantung maksimal, yaitu: 220 dikurangi usia.

Categories
Parenting

Jangan Biarkan Pikiran Terbebani

Seorang mama, Tina N. Wahab , sangat bersyukur begitu tahu dirinya positif hamil. Itu setelah ia berusaha te nang, tidak memikirkan hal yang berat-berat, dan menghindari stres. Tina bercerita, ia menikah di usia 21 tahun dan langsung ingin mendapatkan kehamil an. Namun, hingga 6 bulan pernikahannya, dia tak kunjung hamil. Dokter menyarankan agar ia tidak terlalu memikirkan kehamil an, jalani saja dengan santai karena ia masih muda. “

Baca juga : tes toefl Jakarta

Tetapi setiap ketemu orang, yang selalu di tanya tentang sudah hamil belum, itu yang membuat saya stres,” kata Tina. Akibatnya, pikiran-pikiran yang membebaninya pun kerap muncul. Sambil berusaha tenang, ia pun minum susu, sari kurma, asam folat, buahbuahan yang mengandung asam folat. Namun, tetap tak ada hasilnya.

“Kemudian, saya pasrah kepada Allah, menyerahkan semua kepada-Nya,” ucap Tina yang kemudian menjalani semua seperti biasa, tidak peduli dengan pertanyaan orangorang. “Alhamdulillah, beberapa minggu kemudian saya positif hamil,” syukur Tina. Demikian pula dengan Lucy Susilawaty Aprile, mama muda ini kerap bekerja di lapangan yang sangat menyita waktu dan pikirannya. Menikah 1-3 tahun dan belum memiliki anak terasa biasa-biasa saja. Tetapi karena banyak orang bertanya tentang hamil dan anak, ia pun gundah dan akhirnya berkonsultasi ke dokter. Ia disarankan untuk mengurangi pekerjaan, tidak terlalu capek, dan jangan stres. Saya pun berusaha membuat semua pekerjaan menyenangkan.

Namun, hingga tahun kelima belum juga ada momongan yang membuat Lucy semakin was-was. Setiap bulan ia selalu berharap positif hamil, sampai-sampai sugesti seperti orang hamil ia rasakan seperti seolah mengidam, mual, pusing, dan lain- nya. Kemudian, ia belajar pasrah, berserah diri, memperbanyak sedekah dan berdoa, dan menjalani hidup sehappy mungkin. Ia pun meyakinkan diri bahwa “wanita diciptakan Tuhan itu sempurna. Mempunyai rahim dan pasti akan bergelar ibu.” Akhirnya, di tahun ketujuh pernikahan, Lucy hamil. Setelah diperiksa dokter, kehamilannya sudah 6 minggu 6 hari. Hal yang sama dialami Nofa Wijaya . “Kata dokter kondisi saya dan suami semuanya bagus, mungkin Mama stres, banyak pikiran makanya belum berhasil hamil,” jelas Nofa. Benar, Nofa mengaku kalau ia memang stres.

Sumber : pascal-edu.com