Categories
Rumah

Si Klasik Yang Makin Ngehits

Penutup lantai bermotif kini dipopulerkan kembali. Dulu, motif ini sempat menjadi primadona di masanya, lantas vintage meredup karena tergerus oleh motif-motif baru yang lebih modern. Namun, rupanya ia tak pernah tenggelam sepenuhnya. Selalu ada penggemar setia yang mencari dan mengaplikasikannya ke dalam ruang mereka. Sekarang, motif vintage ini berjaya kembali.

Baca juga : Distributor Jual Genset Balikpapan

Menurut Jimin Suman, General Manager Marketing Roman Ceramics, desain vintage mulanya terinspirasi dari “hydraulic tiles” atau cement tile yang diperkenalkan di abad ke-19 dan menjadi popular di abad ke-20 di kawasan Eropa. Motif vintage pada saat itu umumnya diterapkan pada bangunan publik, baik bangunan bersejarah maupun istana.

Komposisi Warna Lebih Sempurna

Terinspirasi dari tren tersebut, beberapa produsen penutup lantai mengeluarkan motif vintage pada produk keramik dan granit mereka. Kehadiran teknologi digital printing membuat efek visual penutup lantai bermotif vintage menjadi lebih jelas dan nyata. Jimin mengungkapkan teknologi digital printing mampu menghasilkan resolusi desain yang lebih baik, sehingga motif vintage tampil dengan komposisi warna yang lebih sempurna dan menghasilkan efek rastik (tampilan retakan kecil) pada permukaannya. Tren motif vintage ini pun tak hanya menyerbu produk lantai keramik, produsen penutup lantai homogenous tile, pun ikut mengeluarkan koleksi vintage, seperti Roman Ceramics (lewat koleksi Roman Granit), Indogress, Venus, dan KIA Cotto.

Motif Alam Tetap Juara

Walaupun tren penutup lantai saat ini mengarah pada motif yang lebih unik, namun siapa sangka motif alam tetap jadi juaranya. Kesulitan mendapatkan material alami ditengarai menjadi salah satu alasan konsumen beralih ke material imitasi, salah satunya keramik dan ubin homogeneous. Misalnya saja, motif batu marmer. Yos Irawan, Head Marketing Granito, mengungkapkan garis alur alami yang ditampilkan batu marmer membuat ruang terkesan mewah. Motif lain yang tak kalah juara adalah motif kayu. Ingrid Lasmaria Septarini, Assistant Manager Marketing Communication Niro Ceramic Indonesia (Niro Granite)mengatakan tak hanya tampilannya saja yang mirip, teksturnya pun dibuat menyerupai kayu asli.“Guratan-guratan acak yang menawan dari kayu asli kini dapat diterapkan di ubin keramik atau homogeneous tile (Niro Granite menyebutnya porcelain tile). Lebih murah, kuat, dan mudah dirawat,” ujar Ingrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *